Rabu, 27 Januari 2016

Seni Dalam Memilih Airlines




Menentukan rute dan pesawat dengan tujuan tertentu ternyata membutuhkan seni tersendiri dan tidak semudah yang dikira.


Saat merencanakan trip pendakian Mount Elbrus di Rusia, saya dihadapkan pada 2 opsi pilihan, yaitu rute Jakarta (CGK)- Moscow Domodedovo (DME) atau Jakarta (CGK)-Moscow Sheremetyevo (SVO). Dari Moscow, kami harus melanjutkan penerbangan lagi selama +/- 2jam ke Mineralnye Vody (MRV), kota yang menjadi tempat pemberhentian penerbangan terakhir sebelum melanjutkan perjalanan dengan bus ke kota Cheget.

Bandara DME dan SVO merupakan bandara terbesar di Moscow, yang menghubungkan Moscow dengan kota-kota lainnya di Rusia atau negara lain.

Pemilihan rute tersebut akan berpengaruh pada pemilihan airlines dan biaya tiket pesawat. Pilihan yang tersedia ketika saya mencari rute penerbangan pada bulan Agustus 2015 adalah sebagai berikut:



Rute
Airlines
CGK-DME
Qatar, Emirates, Etihad dan Vietnam
CGK-SVO
China Southern, Aeroflot, KLM, Air China
DME-MRV
S7, Ural
SVO-MRV
Aeroflot



Airlines dengan rute CGK-SVO menawarkan harga yang lebih murah namun dengan waktu transit lebih lama sehingga total waktu perjalanan menjadi lebih lama. Untuk orang yang memiliki keterbatasan waktu, hal ini akan sangat tidak menguntungkan. Namun untuk orang yang memiliki waktu lebih banyak bisa memilih menggunakan rute ini.   

Qatar Boarding Pass
Ural Airlines


Dengan pertimbangan waktu, connecting flight berikutnya dan diskusi dengan teman akhirnya disepakati memilih rute Jakarta-Moscow (DME) return, menggunakan Qatar Airlines, walaupun itu bukan pilihan yang paling murah. Sedangkan rute Moscow (DME)-Mineralnye Vody (MRV) menggunakan Ural Airline dan rute Mineralnye Vody-Moscow  (SVO) dengan Aeroflot.
 
Aeroflot MRV-SVO

Inilah pengalaman saya pertama kali menggunakan pesawat Rusia, Aeroflot yang ternyata menggunakan pesawat produksi Airbus, bukai Sukhoi :)

Mudahnya Mengurus Visa Rusia



Saya ingin berbagi informasi mengenai pembuatan visa Rusia ketika saya akan melakukan perjalanan ke Rusia dalam rangka pendakian Mount Elbrus bulan Agustus 2015 lalu.



Berhubung kami menggunakan guide untuk pendakian di sana, maka guide itu juga yang mengurus invitation letter untuk kami gunakan mengurus visa Rusia di Jakarta.

Saat yang ditunggu tiba, ketika saya mendapat email dari teman mengenai kiriman invitation letter dari Rusia. Saya langsung menghubungi travel agent di Jakarta untuk minta dibookingkan dan print out ticket pesawat Qatar dengan rute Jakarta-Moscow PP.
Tidak sulit meminta tolong kepada travel agent karena biasa digunakan oleh perusahaan tempat saya bekerja. Kemudian saya menghubungi teman-teman untuk janjian mengurus visa pada waktu yang sama.



Dokumen persyaratan visa yang saya serahkan  adalah:

  1. Form aplikasi visa yang baru saya dapat dan isi di Kantor Kedutaan Rusia
  2. Paspor asli yang berlaku minimal 6 bulan dan fotokopinya.
  3. Foto berwarna 3x4 (latar belakang putih)
  4. Print out booking pesawat
  5. Invitation letter
  6. Asuransi Perjalanan

Dari pengamatan saya ketika mengurus visa di Kedutaan Rusia, nampaknya yang paling menjadi perhatian adalah Invitation letter yang dikirim dari Russia. Karena petugas Kedutaan langsung membawa invitation letter tersebut ke dalam ruangan (mungkin diperiksa kebenarannya dengan data yang ada di sistem informasi Kedutaan).   Setelah menunggu beberapa saat petugas tersebut keluar dari ruangannya dan mempersilahkan saya untuk membayar biaya visa dan memberikan bukti pembayaran yang dapat digunakan untuk mengambil visa seminggu kemudian.


Tidak ada interview yang dilakukan oleh petugas Kedutaan. Semua berjalan lancar dan cepat karena juga kebetulan tidak banyak orang yang mengurus paspor Russia. Jadi apabila ingin mengurus visa Russia, pastikan anda sudah memiliki invitation letter dari travel agent/hostel di sana.



Apabila melakukan perjalanan sendiri, invitation letter dapat diperoleh dari  hotel atau hostel di Moscow yang menyediakan jasa pengurusan invitation letter. Kita bisa searching di google dan menghubungi mereka melalui email. Ketika saya berada di Moscow saya melihat beberapa hostel yang menyediakan jasa tersebut. Satu hal lagi yang menjadi perhatian saya adalah semua data di invitiation letter tertulis dalam bahasa Rusia. Hanya satu kalimat yang dapat saya baca yaitu nama saya sendiri :P

Selasa, 26 Januari 2016

Pelajaran dari traveling



Eiger Trail, Grindelwald, Swiss 2014
Melakukan perjalanan (trveling) sudah menjadi kebutuhan manusia, baik itu perjalanan dalam rangka pekerjaan, wisata ataupun ibadah. Saya juga sangat menyukai dan menikmati traveling, baik yang dilakukan sendiri maupun bersama keluarga atau teman. Traveling akan sdapat bermanfaat bagi kehidupan bila kita dapat mengambil pelajaran dari tarveling yang kita lakukan.
Berikut bebrapa pelajaran penting dari kegiatan traveling yang saya lakukan :

1. Menemukan hal baru.
Apabila kita berada di tempat tinggal sendiri tentunya hanya akan menemukan kegiatan rutin yang terjadi setiap hari secara berulang. Dengan melakukan traveling kita akan banyak melihat hal baru yang belum pernah dilihat sebelumnya, antara lain kehidupan masyarakat di daerah lain, kebudayaan, adat istiadat, makanan khas, objek wisata, dan lain-lain. Hal lain yang kita dapatkan ketika traveling adalah teman baru dari berbagai daerah/negara yang dikunjungi. Hal tersebut akan menambah wawasan atau pengetahuan kita.

2. Membentuk kepercayaan diri
Traveling ke tempat baru akan menuntut diri kita untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan. Hal ini akan mendorong kita untuk berpikir dan berani mengambil keputusan dalam melakukan suatu kegiatan ketika traveling. Makin sering menemukan hal baru dan sulit akan membuat kita semakin matang dan percaya diri dalam menghadapinya.

3. Keluar dari zona zaman
Ketika berada di rumah atau lingkungan tempat tinggal sendiri biasanya orang akan merasa nyaman (comfort). Hal tersebut akan berbeda ketika seseorang melakukan perjalanan ke daerah/negara lain. Fasilitas yang biasanya serba tersedia di rumah akan sulit dijumpai atau tidak sama dengan fasilitas di daerah/negara lain. Seorang traveler akan dituntut untuk lebih mandiri dengan segala keterbatasannya saat melakukan treveling. Hal ini akan dapat menjadikan seorang traveler lebih dewasa, trampil dan tangguh dalam menghadapi segala macam situasi. 

Pelajaran penting lain adalah bahwa kita dapat melakukan traveling atas ijinNya oleh sebab itu jangan pernah melupakanNya ketika kita traveling ;)