Senin, 01 Februari 2016

Nekat Traveler




Selama hidup dan melakukan traveling, mungkin baru kali ini saya melakukan traveling dalam keadaan tidak sehat.


Bayangkan saja, 2 hari sebelum berangkat ke Moscow saya menderita sakit seperti diare, terus menerus buang air.  Hal itu memaksa saya pergi ke dokter di klinik milik perusahaan di Jakarta. Oleh dokter yang memeriksa, saya didiagnosa mengalami gejala typhus. Untuk memastikannya dokter meminta saya untuk cek darah di Laboratorium. Setelah menunggu lebih dari 1 jam, saya kembali menemui dokter dengan membawa hasil pemeriksaan Lab. Ternyata diagnosa dokter benar, hasil Lab menunjukkan saya mengalami gelaja penyakit typhus.
Hasil Pemeriksaan Darah di Lab


Dokter kemudian membuatkan resep obat dan meminta saya untuk banyak beristirahat, kalau perlu akan diberikan surat ijin sakit sehingga tidak perlu masuk kantor. 

Saya pikir, besok akan berangkat ke Rusia sementara saya menderita gejala typhus dan dokter meminta saya untuk istirahat. Saya langsung merasa down saat itu, apakah ini berarti saya tidak bisa berangkat  ke Rusia. Perasaan saya benar-benar tidak menentu, mengingat kondisi tubuh yang tidak fit, sementara saya akan traveling selama 11 hari ke Rusia. Terbayang apabila saya tidak jadi pergi sementara tiket dan semua biaya selama di Rusia yang sudah saya bayar, akan hangus.


Saya juga tidak berani mengatakan tentang kondisi saya tersebut kepada orang lain termasuk istri saya. Akhirnya saya putuskan tetap berangkat dengan segala risiko yang akan terjadi di sana. Bisa dikatakan saya nekat melakukan perjalanan ini.

Esok harinya ketika berangkat ke bandara Soekarno Hatta saya merasa tidak nyaman dengan kondisi fisik saya. Saya hanya banyak berdoa saja semoga dapat diberi kesembuhan atau minimal kondisi fisik saya tidak semakin memburuk.

Obat yang diberikan dokter saya minum sebelum take off sehingga selama dalam penerbangan saya merasa agak tenang karena tidak merasakan sakit pada bagian perut dan tidak buang-buang air lagi. Setelah menempuh 14 jam penerbangan dengan transit di Doha, kami tiba di Moscow.  Rencana semula kami akan menunggu dan bermalam di dalam bandara Domodedovo sebelum melanjutkan penerbangan ke Mineralnye Vody pada pagi hari berikutnya. Tapi saya merasakan kondisi tubuh semakin tidak nyaman, merasa mual dan lemas. Ketika makan di Burger King yang ada di bandara saya merasakan sulit untuk menelan makanan. Keringat dingin membasahi tubuh dan saya juga merasa mual. Hal ini semakin memberikan tanda bahwa kondisi fisik saya semakin memburuk.
Moscow Domodedovo Airport

Akhirnya saya sampaikan kepada teman-teman tentang kondisi tubuh saya yang semakin lemah sehingga perlu mencari penginapan agar dapat beristirahat dengan baik. Karena kalau dipaksakan untuk tetap tinggal di bandara dan tidur di kursi tunggu, saya khawatir kondisi tubuh saya akan semakin memburuk. Teman-teman setuju dengan usul saya karena mereka juga merasakan kelelahan. Setelah mencari informasi akhirnya kami mendapatkan tempat penginapan berupa apartemen yang lokasinya tidak jauh dari bandara. Sesampainya di penginapan saya memilih untuk cepat tidur dengan harapan besok pagi bisa lebih baik lagi. Alhamdulillah, ketika bangun keesokan harinya saya merasa kondisi tubuh agak membaik dan tidak merasa mual lagi.


Mengingat kami masih memiliki waktu senggang sebelum berangkat ke bandara, kami memutuskan mencari sarapan di sekitar apartemen. Alhamdulillah kami menemukan kios penjual makanan sejenis kebab yang dimiliki oleh seorang muslim Rusia. Pada saat makan sebenarnya saya merasakan bahwa saya belum dapat makan dengan normal, karena masih agak sulit menelan makanan, namun saya paksakan untuk terus makan agar saya memiliki cukup kalori untuk aktivitas hari ini. Tidak lupa saya makan juga obat yang diberikan oleh dokter.

Setelah makan saya merasakan kondisi tubuh jauh lebih baik daripada kemarin. Saya bersyukur dengan kondisi saya. Bagi saya ini sudah merupakan karunia yang luar biasa bisa tiba di Moscow dengan selamat dan kemudian  kondisi tubuh saya berangsur membaik. Tidak terbayang seandainya saya mengalami hal yang lebih buruk di Rusia yang tentunya akan merepotkan teman-teman seperjalanan. 
Sarapan di Kios Kebab


Jam 10.00 kami dijemput oleh sopir menuju bandara untuk selanjutnya melanjutkan penerbangan dengan Ural Airline pada jam 12.05 menuju Mineralnye Vody.  Alhamdulillah, saya dan teman-teman dapat selamat sampai di tujuan dengan kondisi tubuh saya yang semakin membaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar