Sabtu, 22 November 2008

Balance

Pada saya saat belajar akuntansi sekitar tahun 1987, dosen saya pada saat itu selalu mengingatkan salah satu prinsip yang harus dipahami dalam menyusun neraca adalah balance (seimbang). Rumus yang digunakan adalah Assets = Liabilities + Capital. Makanya laporan neraca keuangan itu disebut juga Balance Sheet. Saya ingat, apabila ada di antara mahasiswa yang salah dalam membuat jurnal atau menyusun neraca, maka hukuman yang diberikan berupa menulis rumus tersebut di atas 2 (dua) halaman kertas folio. Tapi tentunya balance ini hanya berlaku untuk neraca, sedangkan untuk laporan Laba Rugi harus diupayakan pendapatan lebih besar dan biaya. Kalau terjadi balance antara pendapatan dan biaya, atau bahkan biaya lebih besar daripada pendapatan, tinggal tunggu waktu saja perusahaan akan dilikuidasi.

Setelah kuliah dan bekerja, kini saya semakin mengerti arti pentingnya sebuah keseimbangan.. Dalam setiap aspek kehidupan manusia selalu perlu keseimbangan. Kita dituntut untuk selalu menjalankan prinsip kesimbangan ini. Dalam bekerja, harus seimbang antara hak dan kewajiban, hak mendapatkan penghasilan dan kewajiban melaksanakan tugas. Apabila kesimbangan tidak tercapai yang terjadi adalah pengkhianatan. Kita dapat lihat banyak orang yang mendapat gaji besar namun tidak melakukan tugas yang diberikan sebagaimana mestinya. Di perusahaan, banyak pegawai yang datang ke kantor namun lebih banyak ngerumpi, ngobrol sambil merokok, ijin meninggalkan ruangan, melakukan bisnis sampingan pada jam kerja. Contoh lain yang sering ditampilkan oleh media massa, adalah bagaimana anggota legistatif yang bergaji besar dan mendapat berbagai fasilitas, sering absen pada saat rapat atau kalaupun datang mereka tertidur di kursinya.

Kalau bicara keseimbangan antara hak dan kewajiban, kita mungkin harus belajar dari tukang ojek atau becak. Mereka baru akan menerima bayaran setelah mengantar penumpangnya ke tempat tujuan sesuai dengan yang telah disepakati sebelumnya. Saya belum pernah naik ojek atau becak, kemudian diturunkan sebelum sampai di tempat tujuan. Saya juga tidak pernah melihat mereka minta dibayar dulu di depan baru kemudian mengantar penumpangnya.

Tuhan menciptakan alam semesta berada dalam keseimbangan. Diciptakannya siang-malam, hidup berpasang-pasangan, pria-wanita, kuat-lemah, tinggi-rendah, panas-dingin dan seterusnya, merupakan bukti adanya keseimbangan alam. Manakala keseimbangan terganggu, maka akan terjadi ketidakstabilan, walaupun pada akhirnya akan bergerak menuju ke keseimbangan yang baru (new equilibrium). Begitu pula dalam menjalani kehidupan ini hendaknya ada keseimbangan seperti yang diingatkan oleh Nabi Muhammad saw dalam salah satu hadist: “Berusahalah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya dan berusahalah untuk akhiratmu seolah-seolah kamu akan meninggal esok hari”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar