Semua orang tentu sudah pernah mendengar tentang Laskar Pelangi dan Laskar FPI. Laskar Pelangi adalah judul novel yang ditulis oleh Andrea Hirata sedangkan FPI adalah nama organisasi yang dipimpin oleh Habib Rizieq.
Apa kesamaan dan perbedaan antara keduanya? Persamaannya adalah keduanya sama-sama dikenal oleh masyarakat. Laskar Pelangi dikenal melalui promosi berbagi media, sedangkan FPI juga dikenal melalui berita di berbagai media karena aktivitasnya dalam memerangi kemaksiatan.
Perbedaannya:
Laskar Pelangi:
a. dibuat berdasarkan imajinasi dan pengalaman masa kecil.
b. menghasilkan banyak uang bagi penulisnya,
c. sering tampil di program Kick Andy
d. sudah difilmkan
e. penulisnya terkenal di kalangan akademisi dan selebritas
f. memiliki banyak penggemar
g. penulisnya berambut ikal.
h. penulisnya hanya tekun membuat novel sehingga hanya makan gaji buta di kantor.
i. penulisnya pernah jadi staf saya di kantor.
Laskar FPI:
a. didirikan berdasarkan kepedulian dalam memperjuangkan agama.
b. menghasilkan banyak hujatan dari pihak yang tidak menyukai aksi FPI.
c. belum pernah tampil di program Kick Andy (setahu saya)
d. belum pernah difilmkan (kayaknya gak ada sutradara dan produser yang tertarik)
e. pemimpinnya terkenal di kalangan aparat dan pelaku maksiat.f.
f. memiliki banyak musuh (selain juga pendukung)
g. pemimpinya selalu menggunakan sorban (saya gak tahu rambutnya kayak apa)
h. pemimpin dan anggota gigih melaksanakan prinsip organisasi tapi kadang uncontrollable
i. pemimpin/anggotanya belum pernah jadi staf saya di kantor.
Saya tidak pernah mendukung cara kekerasan, tapi kemaksiatan tetap harus diberantas. Menurut saya, Laskar FPI tidak perlu dibubarkan, walaupun saya tidak pernah setuju dengan cara kekerasan. Pembinaan secara berkesinambungan oleh pihak yang berwenang terhadap organisasi masa tetap harus dilakukan. Hal penting lainnya adalah lagi adalah konsistensi aparat dalam memberantas kemaksiatan agar tidak timbul keinginan dari organisasi masa untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Untuk menegakkan kebenaran diperlukan keberanian dan ketegasan…sekali lagi ketegasan bukan kekerasan.
Saya bukan penggemar Andrea Hirata, makanya saya tidak pernah membeli dan membaca novelnya. Saya juga bukan penggemar Habib Rizieq, namun kalau dia menulis buku, saya akan membeli dan minta tandatangannya juga, karena orang seperti dia sudah jarang ditemui di negeri ini. Kalau penulis novel seperti Andrea Hirata, sudah banyak. Tidak percaya? Coba saja datang ke toko buku, kita bisa lihat begitu banyak novel yang dijual disana, mulai dari penulis pemula sampai penulis terkenal.
Mungkin masih ada perbedaan lainnya belum terungkap disini, karena pengetahuan saya memang terbatas pada apa yang saya dengar dan lihat saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar